Senin, 22 Juli 2013

Siswa SD di TTU Bingung dengan Kurikulum Baru



Sejumlah siswa SD di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, mengaku bingung dengan adanya uji coba Kurikulum 2013 yang mulai diterapkan di beberapa sekolah di wilayah itu. Pasalnya metode pembelajaran dalam kurikulum ini berbeda dengan sebelumnya.

Kepala SDK Yaperna Kefamenanu I, Yohana Taus kepada Kompas.com, Sabtu (20/7/2013) mengatakan, SDK Yaperna Kefamenanu I menjadi salah satu sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 sehingga diharapkan lebih aktif belajar menggunakan buku silabus yang dibagikan oleh guru pendamping.

"Sekolah kami ini juga merupakan satu dari tiga SD yang terpilih menerapkan Kurikulum 2013, sehingga para siswa harus dipacu lebih aktif dari metode sebelumnya. Namun kendalanya, siswa masih bingung, karena mungkin sedikit berbeda dengan sebalumnya," kata Taus.

Menurut Taus, pemberlakukan Kurikulum 2013 bakal berlangsung dalam proses pengenalan yang agak lama kepada siswa. Meski begitu, para guru mengakui kurikulum ini cukup baik. Sebab, siswa yang diharuskan lebih aktif belajar dan guru hanya mendampingi saja.

"Uji coba kurikulum ini berlangsung tiga tahun. Guru sasaran pemberlakukan Kurikulum 2013 ini baru hanya pada kelas 1 dan kelas 4. Sedangkan tahun depan untuk kelas 2 dan kelas 5. Sedangkan tahun 2015 untuk kelas 3 dan kelas 6," jelas Taus.

Informasi yang berhasil dihimpun Kompas.com, untuk wilayah NTT secara keseluruhan SMA, SMP dan SD terdapat 50 sekolah yang dijadikan sekolah uji coba Kurikulum 2013. Sedangkan di TTU hanya 7 sekolah, yakni SMA Negeri 1 Kefamenanu, SMP Negeri 1 Eban, SMP Lurasik, SD Katolik Yaperna 1, SDK Leob dan SD Gmit 4 Kefamenanu.

0 komentar:

Poskan Komentar